Monthly Archives: September 2008

R I N T I K

debu perlahan tersapu

matahari, mengintip malu-malu

dikelilingi hati yang pilu

sungguh lebat hujan hari itu

kilat bersaing saling menyambar

petir pun bersahutan terdengar

seiring rintik yang semakin deras

membasahi tanah kering bebatuan

langit ternyata tak gelap

serupa gumpalan awan pun tidak

hanya layaknya kanvas kosong

siap di lukisi warna pelangi nanti

antara riang tumbuhan

dalam sorak-sorai anak-anak

ditengah kedamaian yang memayungi

diselimuti dingin menyegarkan

dan angin yang bergoyang bersama cemara

serta burung gereja yang beterbangan

perlahan,

deras semakin pelan

dari ganas jadi tersipu menyapa bumi

sudah puas menangis rupanya

ah, aku menunggu kanvas itu

terisi warna-warni pelangi

ah, aku menanti pula…

kanvas kehidupanku terisi bahagia

Iklan

KRL jabotabek selalu di Hati…

“Bukan KRL jabotabek kalo ga bikin keringetan”
ya keringetan karena panas, pengap bercampur pelbagai aroma baik itu sampah, bau badan penumpang kiri kanan (berbahagialah anda yang tinggi badannya di atas rata-rata) atau keringetan karena takut di copet?  ah itu biasa terjadi di kereta ini
Mungkin gambar dibawah ini, sudah jadi pemandangan yang lumrah. Tidak aneh lagi Kalo transportasi sejuta umat ini selalu dipadati konsumennya. Mulai dari PNS, anak sekolah, anak kuliah, pedagang asongan, sampe copet sudah terlanjur cinta sama ini kereta. Untuk kaum copet, inilah ladang nafkah andalan mereka. Naik kereta, nempel-nempel sama target, sedikit manuver ciamik, dan turun dengan membawa dompet atau Handphone penumpang yang malang.
Pamor KRL jabotabek ga pernah mati. Walau cuma mengandalkan semilir angin yang bercampur dengan macam-macam bau, disertai kipas angin yang berputar dengan mengandalkan kecepatan kinetik sehingga menghasilkan rotasi yang tak tentu batas waktu nya.Bagi yang berjiwa ekstrim dan sedikit patriotik nekatik, bisa mencontoh teman-teman pada gambar di bawah ini. Itu aku sebut ‘nekat berjamaah’.
KRL jabotabek adalah suatu gerbong besi penuh misteri. Disana tersimpan rahasia kapan anda sampai di tujuan. Tak ada yang pasti disini, semisal kalau anda naik KRL jam 7 pagi maka satu setengah jam lagi anda dapat menginjakkan kaki di stasiun gondangdia. Adalah misteri juga apakah dompet anda dan handphone masi berada di keharibaan anda. Tentu kapan KRL ini secara tiba-tiba tak sanggup melanjutkan perjalanan dan harus tertatih-tatih melahap senti demi senti rel juga adalah misteri besar.
Semua keajaiban di atas sangat berbeda dengan KRL pakuan. KRL ekspress ini memiliki jam keberangkatan yang tetap dan terjamin ketepatan kita tiba di stasiun tujuan. Tidak absurb seperti KRL ekonomi. Fasilitas tentu lebih baik dengan tiupan angin dari air conditioner di tiap-tiap gerbong. Belum lagi suasana gerbong yang bersih dan kondusif dari tangan-tangan jahil.
Perlu di ingat pula bahwa pakuan ekspress hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu. Dialah bos besar yang punya pangkat lebih tinggi dibandingkan kelas ekonomi yang harus menyingkir bila sang ‘pejabat’ lewat. Dalam perkereta-apian harga tiket yang lebih mahal juga berarti ‘anak emas’ yang berhak menguasai jalur. Tapi tentunya pakuan masih kalah bila ‘adu suit’ dengan kereta lintas kota yang lebih mewah.
Harga tiket rata-rata pakuan adalah sekitar 11 ribu. Sekitar 4 kali lipat dari harga maksimal KRL ekonomi. Wajar aja fasilitas lebih jomplang. Ada harga untuk sebuah kualitas *hehe sok filosofis
Belakangan, untuk menjembatani antara KRL ekonomi dan pakuan, diluncurkanlah KRL AC ekonomi *kadang-kadang AC disini berarti kipas. kualitas gerbong pakuan tapi mampir di stiap stasiun. Nama nya juga ekonomi, kalo istilah AC tadi di plesetin jadi kipas dalam praktik nya. Harga tiket yang menengah sekitar 6 ribu untuk semua tujuan aku rasa cukuplah, untuk sekedar melarikan diri dari rasa penat berdesak-desakan di KRL ekonomi.
Kembali pilihan jatuh kepada calon penumpang. Mana fasilitas yang dirasa sesuai dengan keinginan dan tentu budget. Tapi aku rasa pemerintah PT. KA juga semestinya meremajakan kereta yang mereka punya. Dan pastinya profesionalitas serta ketepatan jadwal dari armada KRL jabodetabek.
”]ckckck..

Morange, chat tanpa batas

Bosen, karena sedang menunggu pacar belanja?

BT, dosen yang tak disukai sedang mengajar?

Tak tau bagaimana cara membunuh waktu sepi sendiri?

Seneng chatting melalui YM?

Mungkin Morange jawabnya,…

Dan sepertinya tak butuh ponsel yang teramat canggih untuk menggunakan fasilitas chat yang satu ini

Alkisah siang hari yang biasa-biasa saja saat aku berada di kelas . Tak bermaksud untuk tidak fokus dalam kuliah, aku tertarik dengan beberapa teman yang sibuk chatting satu sama lain. Padahal jaraknya sih tak terlalu jauh, cuma selemparan kangkung. yang lebih ekstrim lagi malah ada yang cuma duduk sebelahan aja pake chat segala.

“ah mungkin chat via bluetooth seperti yang pernah populer di kalangan temanku dulu” pikirku. Ya, dulu memang ada fasilitas chat yang mengandalkan bluetooth sempat digandrungi teman-temanku atau mungkin anda juga pernah mencobanya.Tapi ya itu pun hanya chat dengan jarak terbatas beberapa meter aja (sejauh jangkauan bluetooth).* lupa namanya apa

Setelah berguru sedemikian rupa kepada master-master morange, akhirnya tak lama setelah itu ponsel ku resmi menyandang software tersebut. ghahahaha,,, bangganya  *biasa aja sih

waktu itu aku menggunakan SE k550i, dan tampilan nya seperti yang ada diatas.

Ini langkah-langkah mengunduh Morange ke-ponsel mu :

  1. Browse dari ponsel ke wap.morange.com
  2. Nah, nanti ada pilihannya tuh, bisa yang full version atau mini. Bedanya? kata temen ku yang sudah terlanjur unduh yang mini, tak bisa mengakses fasilitas YM. “kan yang penting bisa morange nya” katanya dengan nada puas. Tapi di hati terdalamnya aku yakin pasti dia nyesel banget  *huhuhu
  3. Setelah memilih yang mana, kita diminta mengisi Id dan password
  4. Dan selamat ber-chat ria

Selama ini aku cuma nyoba morange-chat aja. Sebenernya sih bisa juga untuk YM-an, dll tapi yasudahlah toh niatnya untuk morange-an aja.

Untuk tarif nya, tentu sebesar kilobyte yang digunakan. Karena morange menggunakan fasilitas GPRS. dan per-kilobyte nya ya tergantung operator yang kita pakai. Tapi kalau dibandingkan sms-an sih masi lebih murahlah pasti.

Satu kelemahannya mungkin morange menghabiskan banyak baterai ponsel, apalagi klo dipake semaleman, apalagi kalo dipake seharian ya pasti cepet tepar ponselnya :>

Nah, secara garis besarnya sih morange aku pake sekarang ada beberap fitur :

  1. Chat ; bisa chat sesama moranger’s atau lewat YM dll
  2. Email; disini bisa menerima email dari account kita <blum prnah nyoba sih..>
  3. Rss; <katanya> bisa baca konten blog orang tanpa masuk blognya
  4. MoTalk; disitu tertulis bisa sms dan nelpon murah <kaya iklan operator aja>
  5. Community; bisa menyimpan daftar teman, edit profile, atau search friends

sejauh ini sih memuaskan terlepas dari baterai ponsel yang cepet abisnya, buat yang kira-kira ponsel nya mendukung silakan coba deh. Mungkin bisa jadi solusi masalah kaya intro di atas.