KRL jabotabek selalu di Hati…

“Bukan KRL jabotabek kalo ga bikin keringetan”
ya keringetan karena panas, pengap bercampur pelbagai aroma baik itu sampah, bau badan penumpang kiri kanan (berbahagialah anda yang tinggi badannya di atas rata-rata) atau keringetan karena takut di copet?  ah itu biasa terjadi di kereta ini
Mungkin gambar dibawah ini, sudah jadi pemandangan yang lumrah. Tidak aneh lagi Kalo transportasi sejuta umat ini selalu dipadati konsumennya. Mulai dari PNS, anak sekolah, anak kuliah, pedagang asongan, sampe copet sudah terlanjur cinta sama ini kereta. Untuk kaum copet, inilah ladang nafkah andalan mereka. Naik kereta, nempel-nempel sama target, sedikit manuver ciamik, dan turun dengan membawa dompet atau Handphone penumpang yang malang.
Pamor KRL jabotabek ga pernah mati. Walau cuma mengandalkan semilir angin yang bercampur dengan macam-macam bau, disertai kipas angin yang berputar dengan mengandalkan kecepatan kinetik sehingga menghasilkan rotasi yang tak tentu batas waktu nya.Bagi yang berjiwa ekstrim dan sedikit patriotik nekatik, bisa mencontoh teman-teman pada gambar di bawah ini. Itu aku sebut ‘nekat berjamaah’.
KRL jabotabek adalah suatu gerbong besi penuh misteri. Disana tersimpan rahasia kapan anda sampai di tujuan. Tak ada yang pasti disini, semisal kalau anda naik KRL jam 7 pagi maka satu setengah jam lagi anda dapat menginjakkan kaki di stasiun gondangdia. Adalah misteri juga apakah dompet anda dan handphone masi berada di keharibaan anda. Tentu kapan KRL ini secara tiba-tiba tak sanggup melanjutkan perjalanan dan harus tertatih-tatih melahap senti demi senti rel juga adalah misteri besar.
Semua keajaiban di atas sangat berbeda dengan KRL pakuan. KRL ekspress ini memiliki jam keberangkatan yang tetap dan terjamin ketepatan kita tiba di stasiun tujuan. Tidak absurb seperti KRL ekonomi. Fasilitas tentu lebih baik dengan tiupan angin dari air conditioner di tiap-tiap gerbong. Belum lagi suasana gerbong yang bersih dan kondusif dari tangan-tangan jahil.
Perlu di ingat pula bahwa pakuan ekspress hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu. Dialah bos besar yang punya pangkat lebih tinggi dibandingkan kelas ekonomi yang harus menyingkir bila sang ‘pejabat’ lewat. Dalam perkereta-apian harga tiket yang lebih mahal juga berarti ‘anak emas’ yang berhak menguasai jalur. Tapi tentunya pakuan masih kalah bila ‘adu suit’ dengan kereta lintas kota yang lebih mewah.
Harga tiket rata-rata pakuan adalah sekitar 11 ribu. Sekitar 4 kali lipat dari harga maksimal KRL ekonomi. Wajar aja fasilitas lebih jomplang. Ada harga untuk sebuah kualitas *hehe sok filosofis
Belakangan, untuk menjembatani antara KRL ekonomi dan pakuan, diluncurkanlah KRL AC ekonomi *kadang-kadang AC disini berarti kipas. kualitas gerbong pakuan tapi mampir di stiap stasiun. Nama nya juga ekonomi, kalo istilah AC tadi di plesetin jadi kipas dalam praktik nya. Harga tiket yang menengah sekitar 6 ribu untuk semua tujuan aku rasa cukuplah, untuk sekedar melarikan diri dari rasa penat berdesak-desakan di KRL ekonomi.
Kembali pilihan jatuh kepada calon penumpang. Mana fasilitas yang dirasa sesuai dengan keinginan dan tentu budget. Tapi aku rasa pemerintah PT. KA juga semestinya meremajakan kereta yang mereka punya. Dan pastinya profesionalitas serta ketepatan jadwal dari armada KRL jabodetabek.
”]ckckck..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s