R I N T I K

debu perlahan tersapu

matahari, mengintip malu-malu

dikelilingi hati yang pilu

sungguh lebat hujan hari itu

kilat bersaing saling menyambar

petir pun bersahutan terdengar

seiring rintik yang semakin deras

membasahi tanah kering bebatuan

langit ternyata tak gelap

serupa gumpalan awan pun tidak

hanya layaknya kanvas kosong

siap di lukisi warna pelangi nanti

antara riang tumbuhan

dalam sorak-sorai anak-anak

ditengah kedamaian yang memayungi

diselimuti dingin menyegarkan

dan angin yang bergoyang bersama cemara

serta burung gereja yang beterbangan

perlahan,

deras semakin pelan

dari ganas jadi tersipu menyapa bumi

sudah puas menangis rupanya

ah, aku menunggu kanvas itu

terisi warna-warni pelangi

ah, aku menanti pula…

kanvas kehidupanku terisi bahagia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s